selamat datang

Sabtu, 11 Mei 2013

MAKAM MBAH ROMO

Makam mbah romo
Banyak daerah – daerah yang mempunyai kepercayaan masing – masing, begitu pula di desa wonorejo trisulo kecamatan Plosoklaten. Ada pemakaman yang keberadaannya mungkin kurang memadai tapi menurut orang – orang di daerahh sekitar itu adalah sebuah makam keramat. Awalnya keberadaan makam tersebut tidak diketahui, namun masyarakat mempercayai yang sumare di dalam pusara itu adalah tokoh sakti yang sanggup mengabulkan  semua permintaan. Karena itulah banyak pelaku ngalap berkah hingga pemburu pesugihan melakukan ritual di makam tersebut.
Di daerah wonorejo trisulo kecamatan Plosoklaten saya mendapati sebuah makam misterius yang dijadikan sarana ngalap berkah para peziarah termasuk orang-orang yang gandrung memburu pesugihan gaib. Konon, setiap hari Kamis malam mereka menggelar atur sesaji di pelataran makam dengan sejuta harapan muncul agar setelah hajatan apa yang menjadi kehendak hati bisa terkabul. Itu adalah gambaran sekilas yang tampak di Makam Romo yang berada di wonorejo trisulo Kec. Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Masyarakat setempat tidak begitu paham sejak kapan makam itu ada di desanya. Menurut penduduk setempat makam itu dulunya adalah orang yang pertama kali membangun daerah tersebut. Dan setelah beliau  meninggal tempat pemakamannya dijadikan tempat ziarah. Kata para penduduk setempat makam itu kadang ada yang menjaga seekor kuda putih, monyet putih, dan ular juga. Tapi kadang – kadang binatang – binatang tersebut bisa menghilang begitu saja tanpa jejak.
Setiap orang yang datang ke makam mempunyai maksud dan tujuan bermacam-macam. Bisa jadi, mereka ingin menjadi kaya atau agar masalah yang se­dang dihadapi selekasnya men­emukan jalan keluarnya. “Ban­yak tujuan orang yang datang ke makam. Biasanya mereka langsung nyekar lalu berdoa di makam,” jelasnya. Bahkan tak jarang peziarah menggelar selamatan di pela­taran makam. Dipercaya mer­eka yang datang dan menggelar selamatan merupakan orang-orang yang telah terkabul permohonannya, termasuk nazar dimu­rahkan rezekinya yang banyak diartikan sebagai ritual pesugi­han. Peziarah setelah melaku­kan ritual nyekar acap kali kem­bali datang untuk selanjutnya menggelar selamatan
Siapa sejatinya Mbah Romo tersebut? Beliau dikenal sebagai sosok yang pemurah. Suka membantu antarsesama sekaligus berjiwa dermawan. Tetapi penduduk setempat meyakini, beliaulah yang mbabat alas ka­wasan Desa wonorejo trisulo hingga pada akhirnya makamnya dite­mukan di desa tersebut.
Hajatan untuk mengenang jasa-jasa almarhum dilak­sanakan warga setiap malam Kamis, dengan mengambil tem­pat di pelataran makam. Cukup banyak yang datang. Saat bersa­maan, lazim terjadi masyarakat bertafakur di makam, memohon kemurahannya terkait dengan masalah yang dihadapi. Terma­suk meminta kelancaran rezeki.
Namun, menurut warga, semua itu berpulang pada hati masing-masing yang datang un­tuk berziarah. “Ya, kita sama-sama tidak mengerti, apa yang diminta oleh mereka,” menurut beberapa warga. Sebab, makam Mbah Romo memang tidak ada juru kuncinya. Jadi setiap orang bebas datang kapan pun.

Reporter     : TETY ALFINA FITRI NOVIA
NPM             : 10.1.01.07.0198P
KELAS           : IVA
 

Candi Dorok

Candi Dorok yang ditemukan di Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu - Kabupaten Kediri ini, terbuat dari batu bata, seperti umumnya candi-candi di wilayah Jawa Timur. Dikarenakan telah terkubur cukup lama dan belum dilakukannya renovasi mengakibatkan batu penyusun candi ini tampak berwarna putih seperti warna tanah yang ada disekitarnya dan banyak ditumbuhi lumut pada bagian dasarnya. Bangunan candi ini terletak dibawah permukaan tanah sedalam 3 meter.

Pintu masuk candi Dorok
Penemuan Candi Dorok ditemukan oleh seorang petani secara tidak sengaja saat hendak menanam bibit pohon Melinjo di pekarangan rumahnya. Saat menggali tanah, cangkul yang digunakannya mengenai tumpukan batu bata yang ketika digali lebih lanjut makin melebar dan membentuk bidang segiempat. Penggalian lebih lanjut oleh dinas arkeologi menemukan bahwa tumpukan batu bata tersebut merupakan bagian dari badan Candi yang hal itu berarti pula bagian atas dari Candi Dorok ini sudah tidak ada lagi.

Salah satu penggalan relief yang ada di candi ini sehingga tanah yang ada di sekitar candi di gali membentuk bidang segiempat dan disediakan sebuah tangga yang terbuat dari tanah yang menjorok ke dalam dan bisa digunakan oleh pengunjung untuk melihat lebih dekat bagian dasar candi. Pada bagian atas candi telah dibangun atap dari seng untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat panas dan hujan .

Tidak ada arca yang bisa dijumpai oleh pengunjung pada candi ini. Relief-relief yang ada juga berada kondisi rusak parah sehingga menyulitkan untuk mengetahui motifnya. Sebuah arca kecil yang ada pada bagian atas candi ketika saya coba tanyakan kepada penjaga situs, bukan merupakan bagian dari candi, melainkan dari lokasi lain. Belum ada penjelasan secara lebih mendetil akan asal-usul atau sejarah yang berkaitan dengan pendirian candi ini, namun berdasarkan bahan pembentuk candi diperkirakan candi ini berasal dari abad ke 10 M.

Reporter : Afrilianto Hendra S. 09.1.01.07.0006