selamat datang

Selasa, 07 Mei 2013

KONTROVERSI BEKICOT




Bekicot alami
Kediri-Bagi sebagian masyarakat Indonesia menganggap bahwa bekicot haram untuk dikonsumsi oleh manusia, hal ini dikarenakan bekicot merupakan hewan berlendir dan habitatnya di tempat yang menjijikan. Namun ada pula yang menganggap bekicot halal untuk dikonsumsi bahkan diperjualbelikan berupa makanan siap saji, hal tersebut terlihat di desa Djengkol yang terletak di kecamatan Plosoklaten kabupaten Kediri. Apabila kita melewati desa Djengkol, kita bisa melihat deretan warung kanan kiri jalan yang banyak menjual aneka makanan dari bekicot mulai dari sate bekicot, keripik bekicot, krengsengan bekicot, oseng-oseng bekicot, dan sebagainya.
Kehidupan masyarakat disana bergantung pada bekicot, mayoritas mata pencaharian masyarakat desa Djengkol adalah peternak bekicot maka tak heran jikalau banyak warung yang menjual aneka macam bekicot dan keberadaan warung-warung tersebut ternyata tidak sedikit para pelancong yang singgah di warung-warung tersebut untuk merasakan kenikmatan olahan bekicot.
Sate Bekicot
Menurut penuturan Ibu Fatimah yang merupakan pedagang aneka olahan bekicot, ketergantungan masyarakat desa Djengkol akan bekicot sudah berlangsung cukup lama. Bahkan sudah menjadi tradisi masyarakat disana untuk mengkonsumsi bekicot, apalagi setelah mengetahui khasiat hewan berlendir ini yang dapat mengurangi penyakit asma, semakin banyak orang yang berkunjung ke desa Djengkol sekedar untuk mencari olahan bekicot.
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan jaman pola pikir manusia semakin berkembang, maka munculah kontroversi mengenai halal atau tidaknya mengkonsumsi bekicot. Hal tersebut membawa dampak negatif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat desa Djengkol. Pelanggan yang dulunya banyak berkunjung, kini semakin berkurang dan kini tidak sedikit masyarakat desa Djengkol yang beralih profesi menjadi penambang pasir, bercocok tanam, dan membuka industri kecil pengolahan kacang mede (jambu mente).
Rep: Adis Widya N. : 09.1.01.07.00..

1 komentar: